Target Penerimaan Pajak 2015


Pajak mempunyai dua fungsi yaitu fungsi penerimaan (budgeter) dan dan fungsi mengatur (reguler). Fungsi penerimaan adalah fungsi pajak sebagai sumber dana untuk membiayai pengeluaran negara sedangkan fungsi mengatur adalah sebagai cara atau alat untuk mengatur kebijakan di bidang sosial ekonomi. Saat ini fungsi mengatur belum sepenuhnya diperhatikan sehingga pajak yang diterapkan belum maksimal. Fungsi-fungsi tersebut harus dijalankan dengan seimbang agar tujuan pajak dapat dicapai, baik untuk menghimpun penerimaan ataupun untuk mengatur kehidupan sosial ekonomi.

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menggandeng Badan Reserse Kriminal Mabes Polri untuk mengamankan penerimaan pajak. Saat ini, masih banyak wajib pajak (WP) orang pribadi dan badan yang belum memenuhi kewajibannya.

Pada kesempatan yang sama, Kabareskrim Suhardi Alius menambahkan, realisasi penerimaan pajak masih jauh potensi yang ada. Ia melaporkan dari sekitar 40 juta WP orang pribadi, baru 25 juta yang patuh membayar pajak.

Kepala Bareskrim Polri Suhardi Alius mengungkapkan, dari data yang dimiliki pihak kepolisian, saat ini terdapat sekitar 11.000 pemegang izin tambang di Indonesia. Sementara, pengusaha yang mangkir membayar pajak mencapai sekitar 9.000 wajib pajak (WP).

Untuk mengoptimalkan penerimaan perpajakan, SBY mengatakan, perlu diimplementasikan berbagai kebijakan insentif pajak, meliputi peningkatan Penghasilan Tidak Kena Pajak, pajak ditanggung pemerintah untuk pengembangan sektor tertentu, serta pemberian pembebasan pajak (tax holiday) dan pengurangan pajak (tax allowance) untuk menstimulasi tumbuhnya sektor strategis.

Pemerintah menargetkan pendapatan negara sebesar Rp 1.762,3 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) 2015. Target pendapatan negara ini terus meningkat dan didominasi dari penerimaan pajak.

Jasa Akunting di Jakarta

Read Users' Comments (0)